Sebenarnya apa sih maksud judul postingan saya kali ini? Setelah liburan lama kurang lebih 3 bulan, saya pikir sekarang sudah saatnya saya mencoba untuk memulai aktivas blogging saya lagi. Kepada para pembaca setia, terima kasih atas kesetiaannya untuk selalu mengecek blog tercinta ini walaupun postingan sedang pending dikarenakan kesibukan baru saya di bidang lain yang tidak bisa saya hindarkan. Kali ini saya akan membahas korelasi alias efek positif dan negatif dari krisis keuangan di Amerika kepada para pebisnis internet di negeri tercinta, Indonesia.
Pertama-tama saya akan menyinggung efek positif dari adanya krisis keuangan Amerika terhadap para pebisnis internet di Indonesia:
1. Seiring mengetatnya likuiditas perbankan di seluruh dunia, para pemodal besar berlomba-lomba untuk mengamankan aset-asetnya dalam bentuk dolar AS sehingga mengakibatkan menipisnya pasokan dollar diseluruh dunia. Dikombinasikan dengan melemahnya daya beli masyarakat global mengakibatkan ekspektasi pendapatan perusahaan nasional akan menurun sehingga memicu PHK besar-besaran untuk mengurangi biaya perusahaan. Hal ini mengakibatkan pendapatan perkapita akan menurun dan meningkatkan risiko gagal bayar kredit ritel dan lainnya. Ini mengakibatkan bank-bank cenderung memasang bunga kredit di harga yang tinggi dan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi melemah. Melemahnya ekonomi dan menurunnya permintaan terhadap rupiah mengakibatkan kurs rupiah terus melemah dari yang sebelumnya hanya Rp 8900/dolar AS melemah sampai sempat menyentuh level Rp 12.500/dolar AS atau melemah kurang lebih 40%. Ini mengakibatkan para pebisnis internet yang terus menyimpan komisi-komisinya dalam bentuk dolar AS di rekening AlertPay ataupun Paypal mendapat rezeki durian runtuh alias untung berlipat karena nilai aset yang ada “berbunga” alias membengkak hingga 40% ketika di-withdraw ke bank di Indonesia.
2. Dengan kurs sekarang Rp 11.500 - Rp 12.500/dolar AS maka secara kasar pendapatan yang diperoleh dalam rupiah meningkat 29%-40% dibandingkan dengan kondisi yang sama sebelum krisis. (dengan catatan pendapatan yang didapatkan adalah konstan atau tidak berubah). Dengan kata lain selama pebisnis internet di Indonesia bisa menjaga kuantitas penjualan dengan adanya krisis keuangan global ini, maka pendapatan para pebisnis internet naik sesuai besarnya pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
3. Kita ikut mendukung stabilitas nasional karena ikut menjual dolar saat men-withdraw rekening AlertPay ataupun Paypal kita sehingga meringankan beban BI (Bank Indonesia) untuk melakukan intervensi pengamanan nilai tukar rupiah.
Sedangkan dampak buruknya:
1. Kemungkinan akan mengalami penurunan permintaan pada ceruk-ceruk bisnis tertentu dikarenakan melemahnya daya beli masyarakat global
2. Saat kita membeli keperluan-keperluan marketing yang memiliki nominasi dalam dolar AS contoh: alamat domain, hosting, autoresponder, etcs maka kita akan memerlukan rupiah yang lebih banyak dari biasanya ketimbang sebelum krisis
3. Pendapatan dalam nominasi poundsterling yang dikonversikan ke dalam dolar AS mengalami penurunan karena penguatan dolar AS sehingga jumlah dolar AS yang kita terima lebih sedikit ketimbang sebelum krisis ketika kita mengkonversikan poundsterling ke dolar AS. Contohnya bisnis passive income yang selalu membayar saya 10 poundsterling setiap bulannya: TheAdNetwork
Sekian posting saya kali ini.
Stay tuned 